Organisasi Wahdah Islamiyah (WI) berdiri di Makassar, Sulawesi Selatan, dan berkembang menjadi salah satu ormas Islam yang menekankan dakwah, tarbiyah pendidikan/pembinaan, dan kaderisasi. Dalam kerangka tersebut, di akhir tahun 2023 WI meluncurkan sebuah program besar bernama “Gerakan Sejuta Dai (GSD)”.
GSD adalah sebuah inisiatif WI yang bertujuan “mencetak” atau memobilisasi sebanyak satu juta dai dan daiyah (pengajak dakwah) hingga tahun 2030. Program ini bukan hanya kuantitas saja, tetapi juga kualitas artinya para dai bukan sekadar banyak, tetapi terlatih, berdakwah dengan metode yang baik dan relevan. GSD dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, bimbingan teknis (bimtek), pembentukan satgas, konsolidasi bidang-khidmah (pelayanan/khidmah Al-Qur’an) di tingkat DPW/DPD.
Target jangka panjang: hingga 2030, satu juta dai tersebar di seluruh Indonesia. Strateginya, Sosialisasi program hingga ke daerah contoh Bulukumba, Gorontalo untuk mengajak kader-kader lokal terlibat, Pelatihan dan pembinaan berkala lewat marhalah (tahap) dalam tarbiyah kader, Konsolidasi internal WI—termasuk bidang khidmah Al-Qur’an, kampus, sekolah, komunitas, Kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat contoh di Tarakan, satgas GSD dikukuhkan oleh pemerintah lokal.
WI melihat bahwa salah satu langkah memperkuat umat dan bangsa adalah melalui kehadiran dai yang aktif dan tersebar, bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dengan banyaknya dai yang terlatih, diharapkan dakwah dan tarbiyah dapat ter-“down” ke masyarakat akar rumput, bukan hanya di perkotaan. Program ini juga diartikan sebagai bagian dari kontribusi WI terhadap “Indonesia Emas 2045” atau visi kemajuan bangsa melalui penguatan karakter dan moral umat.
Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan LKPM WI Bulukumba menggelar sosialisasi GSD dengan tema “Motivasi Dakwah dan Urgensi Tarbiyah dalam Perjuangan Islam”. Di Provinsi Gorontalo, DPW WI Gorontalo bersama PGM WI mengadakan bimtek untuk aktivis mahasiswa & pemuda sebagai bagian dari GSD. Di Kota Tarakan Kalimantan Utara Pemerintah Kota mengukuhkan satgas GSD, menandakan kolaborasi antara WI dan pemerintah daerah. WI juga melaporkan progres bahwa program ini telah mencapai sekitar 86% target pada salah satu laporan internal. Dalam salah satu kegiatan, WI mengukuhkan 484 dai dan daiyah yang siap dikirim ke pelosok nusantara sebagai bagian dari GSD.
Kuantitas besar tentu tantangannya besar, bagaimana memastikan kualitas dai tetap terjaga dan tidak sekadar “kuantitas” saja. WI sendiri menekankan kualitas selain kuantitas. Penyebaran ke pelosok dan daerah terpencil menghadapi kendala geografis, sumber daya, dukungan lokal, resistensi budaya, dll. Peran pemerintah dan kerjasama lokal sangat penting. contoh, di Tarakan menunjukkan bahwa dukungan pemerintah daerah membantu. Kesinambungan program ini harus dijaga agar tidak berhenti saat momentum awal saja. Pandangan eksternal terhadap WI sebagai ormas dengan corak puritan-Salafi perlu dipahami konteksnya. Salah satu penelitian menyebut bahwa WI memilih “wasathiyah” (tengah/moderat) meski menekankan purifikasi akidah.
Mengapa Ini Penting untuk Anda atau Komunitas
Jika Anda tertarik pada kajian dakwah, pembinaan kader, atau penguatan organisasi Islam (terutama di daerah Anda), GSD adalah contoh nyata program skala besar. Jika Anda berada di daerah yang relatif kurang tersentuh dakwah formal, program ini bisa menjadi peluang kolaborasi atau menjadi inspirasi lokal. Bagi masyarakat umum, program semacam ini menunjukkan bahwa organisasi dakwah besar juga berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia dan bukan hanya kegiatan massa-sekali yaitu.

