Menurut WI, bahasa Arab bukan sekadar “bahasa asing” tetapi memiliki kedudukan khusus dalam Islam, sebagai bahasa kitab suci dan syiar umat. Contohnya, WI menulis: “bahasa Arab kunci kesuksesan memahami agama” karena melalui bahasa Arab kita dapat memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah secara langsung. Juga, artikel WI mencatat keutamaan mempelajari bahasa Arab sebagai bagian dari agama:
Menyikapi Pembelajaran Bahasa Arab
WI memiliki visi pendidikan yang mencakup “lembaga pendidikan minimal setingkat pendidikan dasar yang mampu menghasilkan alumni yang menguasai Islam dan bahasa Arab. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa di lingkungan pesantren WI, terdapat program pengembangan bahasa Arab melalui lingkungan bahasa Arab (arabic immersion) yang efektif meningkatkan kemampuan berbicara santri.
Berdasarkan tulisan-tulisan WI:
-
- Bahasa Arab adalah alat utama untuk memahami Al-Qur’an, hadits, dan kitab ulama.
-
- Pembelajaran bahasa Arab dianggap sebagai amal dakwah dan bagian dari perjuangan membangkitkan syiar Islam.
-
- Pembelajaran tidak hanya secara kelas formal, tapi juga melalui lingkungan yang “arus bahasa Arab” contoh: kegiatan muhadatsah / percakapan, mufradât sehari-hari seperti yang dilakukan di pesantren WI.
Langkah Praktis Belajar Bahasa Arab dengan Metode Wahdah Islamiyah
Berikut panduan langkah-per-langkah yang dapat Anda terapkan, berdasarkan pendekatan yang banyak diterapkan oleh WI dan lembaganya :
1. Menanamkan niat dan memahami tujuan
Sebelum mulai, tetapkan niat yang kuat: bukan hanya “belajar bahasa Arab supaya bisa berbicara”, tetapi “agar bisa memahami Al-Qur’an, hadis, dan syari’at dengan lebih baik”. WI menekankan bahwa memahami bahasa Arab adalah kunci agar kita tidak hanya menghafal, tapi benar-benar mengerti.
2. Memulai dari dasar huruf, bacaan, dan kosakata dasar
Pelajari huruf Hijaiyah, cara pengucapan, harakat (vokal Arab), serta kosakata dasar sehari-hari (mufradât). Hal ini sangat penting agar saat membaca teks Arab (kitab, Al-Qur’an, atau dialog) tidak terhambat oleh aspek teknis. WI melalui lingkungan pesantrennya – memperkuat pembelajaran kosakata dan muhadatsah (percakapan) sebagai metode pendukung.
3. Mengikuti kelas atau halaqah bahasa Arab
Cari lembaga/bimbingan yang menggunakan metode bertahap (marhalah) seperti yang diterapkan WI dalam kaderisasi da’i-nya. Dalam kelas pelajari tata bahasa dasar (nahwu-shorof), memahami struktur kalimat Arab, dan mulai membaca teks Arab sederhana.
4. Berlatih secara aktif membaca, menulis, dan berbicara
-
- Membaca Mulailah dengan teks Arab yang dilengkapi harakat, lalu secara bertahap ke teks tanpa harakat.
-
- Menulis Salin dan tulis kalimat Arab, terjemahannya, dan artinya dalam bahasa Indonesia untuk memperkuat ingatan.
-
- Berbicara (muhadatsah) Cari teman / kelompok yang memungkinkan Anda berbicara bahasa Arab secara ringan (kalimat sehari-hari) sebagaimana program di pesantren WI menunjukkan bahwa lingkungan bahasa Arab mempengaruhi kemahiran berbicara.
5. Hubungkan dengan studi agama
Karena tujuan utamanya adalah pemahaman syari’at, maka gunakan bacaan Arab untuk keperluan keagamaan :
-
- Baca Al-Qur’an dan cari arti atau tafsir ayatnya.
-
- Baca hadits dan kitab sederhana dalam bahasa Arab (atau bilingual).
-
- Gunakan kosakata arab yang sering muncul dalam ibadah dan dzikir agar terasa lebih familiar. WI menyebut bahwa ibadah akan lebih khusyu apabila memahami bahasa Arab yang digunakan.
6. Konsistensi dan lingkungan mendukung
Belajar bahasa Arab membutuhkan waktu dan latihan rutin. Berikut beberapa tips:
-
- Sisihkan waktu harian atau mingguan secara konsisten.
-
- Ciptakan lingkungan yang mendukung: membaca tulisan Arab, mendengarkan audio Arab, berbicara sedikit-sedikit dalam Arab.
-
- Bergabung dengan komunitas atau kelas WI setempat atau lembaga WI terafiliasi untuk mendapatkan arahan dan motivasi.
-
- Jangan takut salah latihan berbicara walau sederhana lebih baik daripada tidak sama sekali.
7. Evaluasi dan tingkatkan secara bertahap
-
- Setelah menguasai tingkat dasar, naik ke tingkat menengah bacaan kitab Arab, teks tafsir, teks hadits.
-
- Fokus pada pengayaan kosa kata (termasuk istilah fiqih, aqidah, tafsir) yang sering muncul dalam kajian WI.
-
- Tingkatkan kemampuan mendengar (audio Arab) dan berbicara (diskusi Arab ringan).
-
- Jangan tinggalkan aspek syari’at: terus hubungkan dengan pembacaan dan kajian Islam.
Belajar bahasa Arab melalui pendekatan Wahdah Islamiyah bukan sekadar “kursus bahasa”, tetapi juga bagian integral dari perjalanan keilmuan dan dakwah. Dengan niat yang ikhlas, metode bertahap, praktik aktif, lingkungan yang mendukung, dan fokus pada pemahaman agama, Anda bisa secara bertahap menguasainya.

