APA ITU DIROSA ?

1

DIROSA adalah singkatan dari Dirosah al-Qur’an lil ‘Awwām, yang artinya “Belajar Al-Qur’an untuk Orang Dewasa.” Program ini digagas oleh Wahdah Islamiyah, sebuah organisasi dakwah yang fokus pada pembinaan umat. Tujuan utamanya sederhana tapi sangat mulia, Memberantas buta huruf Al-Qur’an di kalangan orang dewasa, dengan metode belajar yang mudah, cepat, dan menyenangkan.


Mengapa DIROSA Berbeda ?

Banyak orang dewasa merasa malu atau takut belajar membaca Al-Qur’an dari nol. “Sudah tua, masa belajar iqra’ lagi?” “Takut diketawain anak-anak…” Nah, DIROSA hadir untuk menghapus rasa itu. Program ini khusus untuk orang dewasa, dengan suasana belajar yang santai, tidak menggurui, dan penuh empati. Setiap peserta belajar sesuai kemampuan — tidak ada ujian menakutkan, hanya bimbingan dan motivasi dari para instruktur (murabbi/murabbiyah) yang sabar.

Ciri Khas Metode DIROSA

  1. Praktis dan Terstruktur
    Menggunakan modul khusus berisi panduan membaca huruf hijaiyah, tajwid dasar, dan latihan bacaan pendek.
  2. Belajar dari Nol
    Cocok untuk siapa saja yang belum bisa membaca Al-Qur’an sama sekali.
  3. Kelas Kecil, Interaktif
    Biasanya hanya 5–10 orang per kelompok agar pembimbing bisa fokus.
  4. Suasana Kekeluargaan
    Peserta saling menyemangati, bukan saling menilai.
  5. Waktu Fleksibel
    Bisa diadakan pagi, sore, atau malam — sesuai kesepakatan kelompok.

Manfaat DIROSA Membuka kembali semangat belajar Al-Qur’an di usia berapa pun, Menumbuhkan rasa percaya diri dalam membaca dan memahami ayat Allah, Menjadi sarana silaturahmi dan pembinaan ruhiyah (spiritual) di masyarakat. Mendorong peserta untuk ikut program lanjutan, seperti Tahsin, Tadabbur, atau bahkan menjadi pengajar Al-Qur’an bagi orang lain.


Kisah Nyata dari Lapangan

Seorang ibu bernama Ummi Ramlah, 53 tahun, dari Gorontalo bercerita:

“Dulu saya hanya bisa mendengar anak saya mengaji. Sekarang, saya bisa membaca Al-Qur’an sendiri. Rasanya seperti menemukan cahaya di hati.”

Banyak peserta seperti Ummi Ramlah yang awalnya ragu, namun akhirnya meneteskan air mata haru ketika bisa membaca ayat pertama mereka.


Jangkauan dan Dampak

Kini, program DIROSA sudah berjalan di berbagai daerah di Indonesia dari Makassar, Gorontalo, hingga Kalimantan dan Papua.
Ribuan orang dewasa telah menjadi “alumni DIROSA”, sebagian bahkan melanjutkan menjadi pengajar bagi warga lain. Program ini juga menjadi bagian penting dari Gerakan Sejuta Dai (GSD) Wahdah Islamiyah, karena setiap dai diharapkan mampu mengajarkan Al-Qur’an dengan cara yang mudah dan menyentuh hati.

Slogan DIROSA

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an.”
Karena setiap huruf yang dibaca — sekecil apa pun — adalah langkah menuju cahaya Allah.