NASIHAT EKONOMI UNTUK MUSLIMAH

#2

Sebab Harta Hisabnya Sangat Teliti, Nasihat Ekonomi untuk Muslimah, Sadari bahwa harta hanyalah titipan
Allah ta’ala berfirman:

وَآتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ ءَاتَىٰكُمْ


“Berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang telah Dia karuniakan kepadamu.”
(QS. An-Nur: 33)

Artinya, harta bukan milik mutlak kita. Kita hanya pengelola (amanah). Maka gunakan dengan bijak dan penuh tanggung jawab

Muslimah harus cerdas finansial, bukan konsumtif,


Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ditanya tentang hartanya: dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan.”
(HR. Tirmidzi)

Belanja boleh, tapi bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Muslimah shalihah tidak mengikuti tren semata, tapi mempertimbangkan manfaat dunia dan akhirat.

Utamakan keberkahan, bukan hanya jumlah
Harta yang banyak belum tentu membawa tenang, tapi harta yang berkah akan membawa qana‘ah dan ketenangan hati.

“Bukanlah kaya itu karena banyak harta, tetapi kaya adalah kaya hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka carilah rezeki yang halal, jauhi riba, menipu, mencuri, korupsi dan hal-hal yang diharamkan, serta gunakan harta untuk hal yang diridhai Allah.

Kelola keuangan rumah tangga dengan amanah, Seorang istri adalah penjaga rumah suaminya. Termasuk di dalamnya mengatur pengeluaran dengan hemat dan bijak.


“Dan wanita adalah pemelihara rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Catat pemasukan dan pengeluaran. Sisihkan untuk tabungan, sedekah, dan dana darurat. Jangan remehkan uang kecil, karena kebiasaan kecil membentuk kemandirian besar.

Gunakan rezeki untuk akhirat, Harta paling indah adalah yang jadi bekal di jalan Allah, untuk menafkahi keluarga, menolong sesama, dan mendukung dakwah.


مَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ


“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir…”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Jadilah muslimah yang menjadikan ekonomi sebagai alat untuk taat, bukan alat untuk lalai.

oleh : Dr. Erwinda Zakaria, Lc, M.H.I, M.A

Palangka Raya, 23 Jumadil Awal 1447H